Cara Menghitung Kemiringan Lereng dalam Satuan Derajat dan Persen

Cara Menghitung Kemiringan Lereng dalam Satuan Derajat (0) dan Persen (%) – Peta lereng yang sering kita buat memiliki satuan derajat dan persen tetapi tak sedikit orang memahami apa maksud satuan tersebut. Sebelumnya jika ingin membuat peta lereng klik disini …..

Baca lebih lanjut

Iklan

Memahami Mutu Beton fc (Mpa) dan Mutu Beton K (kg/cm2)

Mutu Beton fc’
Beton dengan mufu fc’ 25 menyatakan kekuatan tekan minimum adalah 25 MPa pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm.
Mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute).
MPa = Mega Pascal ; 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2.

Mutu Beton Karakteristik
Beton dengan mutu K-250 menyatakan kekuatan tekan karakteristik minimum adalah 250 kg/cm2 pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan kubus beton ukuran 15x15x15 cm.
Mengacu pada PBI 71 yang merujuk pada standar eropa lama
.

Baca lebih lanjut

Mengenal Lumion

 

lumionlogo_smallLumion adalah program yang indah, yang memungkinkan kita untuk membuat skenario 3D kita dengan kualitas real-time rendering sangat bagus. Hal ini juga memungkinkan kita untuk mengimpor objek dan pengaturan dari program lain seperti google sketchup.

Lumion bukan hanya program yang khusus untuk animasi saja,
menghasilkan rendering 3D tentu cukup mudah.
Untuk para arsitek yang dikejar deadline atau butuh presentasi cepat ke klien dengan hasil yang tidak mengecewakan, Lumion bisa jadi sangat membantu. Baca lebih lanjut

Leger Jalan

LEGER JALAN

Apa itu leger Jalan?

Istilah leger yang berasal dari legger (Belanda) maknanya sama dengan register. Jadi, untuk istilah leger jalan dapat dipertimbangkan pemakaian induk jalan sebagai padanannya.

leger (jalan) bermakna ‘catatan tentang perkembangan ruas jalan”, misalnya pada tahun 1950 jalan yang belum diaspal panjang 2 kilometer dan lebar 4 meter, sedangkan pada tahun 1980 jalan yang sudah diaspal panjang 3 kilometer dan lebar 6 meter. Baca lebih lanjut

Kajian Perbandingan Tekuk Baja Ringan Antara Hasil Analitis dan Numerik Program LUSAS

Untitled-1Analisis dan perhitungan tekuk dengan numerik pada batang baja ringan penampang C (Canal) pada tulisan ini dilakukan dengan        Peraturan AS/NZS (Australian and Newzealand Standard) dan Perhitungan numerik yang berbasis FEM (Finete Element Metode) dengan program LUSAS. Dipilihnya peraturan AS/NZS karena belum adanya peraturan resmi di Indonesia untuk baja ringan (Coldform –steel). Menggunakan Program LUSAS demi mendapatkan bentuk geometri dari penampang canal baja ringan akibat beban aksial. Dimana kedua hasil perhitungan tersebut dibandingkan untuk mengetahui berapa besar beban kritis yang mampu dipikul profil Canal baja ringan akibat beban aksial maksimal pada rangka. Baca lebih lanjut

ebook – Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002)

Sebenarnya saya sudah punya bukunya. Tapi bagi kawan-kawan yang ingin versi ebooknya bisa di download di link download berikut ini. Semoga bisa membantu.

struktur-baja-metode-lrfdJudul Buku :
Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002)
Penulis :
Agus Setiawan
Penerbit :
Penerbit Erlangga
Tahun :
2008
Bahasa :
Bahasa Indonesia
340 hal
Format File :
pdf
Ukuran File
:19.7 MB
PRAKATA
Metode ASD (Allowable Stress Design) dalam struktur baja telah cukup lama digunakan, namun beberapa tahun terakhir metode desain dalam struktur baja mulai beralih ke metode lain yang lebih rasional, yakni metode LRFD (Load Resistance and Factor Design). Metode ini didasarkan pada ilmu probabilitas, sehingga dapat mengantisipasi segala ketidakpastian dari material maupun beban. Oleh karena itu,  metode LRFD ini dianggap cukup andal. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1987) telah diganti dengan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1729-2002 yang berbasis pada metode LRFD.
Buku ini mencoba memberikan penjelasan mengenai perencanaan struktur baja dengan menggunakan konsep LRFD tersebut. Dalam perencanaan struktur baja metode LRFD yang digunakan dalam buku ini, semuanya berpedoman pada SNI 03-1729-2002 yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam buku ini, dibahasa mengenai konsep dasar LRFD, pengenalan material baja, batang tarik dan tekan, sambungan (baut dan las), komponen struktur balok-kolom, komponen struktur komposit serta jenis-jenis sambungan pada konstruksi bangunan baja.

Selain dapat digunakan oleh mahasiswa Teknik Sipil, buku ini juga dapat dijadikan pedoman perencanaan bagi konsultan maupun praktisi yng berkecimpung di dunia struktur baja.

Baca lebih lanjut